Elang Flores, Raptor Endemik Nusa Tenggara Yang Terancam Punah
Elang Flores adalah burung endemik Nusa Tenggara yang persebarannya di Pulau Flores, Pulau Alor, Pulau Komodo, Pulau Sumbawa, dan Pulau Lombok.
Burung dengan nama ilmiah Nisaetus floris ini termasuk ke dalam 10 jenis burung raptor (burung pemangsa) paling terancam di dunia. Berdasarkan IUCN Redlist, Elang Flores termasuk dalam kategori Kritis (Critically Endangered).
Elang Flores memiliki ukuran tubuh sepanjang 71-82 cm dengan rentang sayap sepanjang 140-160 cm. Bagian tubuh Elang Flores berwarna coklat kehitaman dengan bulu kepala, leher, dada dan perut berwarna putih dan sedikit corak tipis kemerahan. Ekornya berwarna coklat gelap dengan enam batang sayap utama. Sayap Elang Flores berwarna putih keabu-abuan serta terlihat ujung yang menjari pada saat sedang terbang membentangkan sayap.
Elang Flores dapat dijumpai pada hutan primer, hutan sekunder, dan lahan budidaya mulai dari dataran rendah ke pegunungan di ketinggian 1600 mdpl. Pakan alaminya berupa mamalia kecil, burung, biawak, serta ayam peliharaan yang dibiarkan bebas. Kebiasaan memangsa ayam peliharaan tersebut menyebabkan Elang Flores sering diburu oleh petani karena dianggap sebagai hama.
Saat ini populasi Elang Flores diperkirakan hanya tersisa sekitar 100 pasang (200 ekor). Hasil monitoring Elang Flores di Taman Nasional Kelimutu mencatat terdapat 13 individu Elang Flores yang hidup di kawasan dan daerah penyangga. Elang Flores tersebut selalu dipantau keberadaannya.
Sobat Kelimutu, mari kita jaga bersama keberadaan Elang Flores. Jangan biarkan dia punah dan hanya tinggal kenangan bagi anak cucu kita.
Diposting oleh: Admin Web, 17 Jul 2023
Media Sosial
Statistik Pengunjung
- Pengunjung Hari Ini: 67
- Pengunjung Kemarin: 77
- Total Pengunjung: 102973