Jalur Tenun Ikat TN Kelimutu memiliki motif ikat yang  indah

Salah satu Misi TN Kelimutu adalah berupaya mengangkat budaya sejajar dengan alamnya. TN Kelimutu tidak lepas dari Budaya sekelilingnya termasuk aktivitas jalur tenun ikat (Ikat Trails), untuk sebutan sehari-harinya adalah kain tenun (sarung), sarung untuk perempuan yaitu Lawo dan untuk laki-laki yaitu Ragi.

Kain tenun sudah menjadi ciri khas dari TN Kelimutu, sebab jika berkunjung ke TN Kelimutu kita pasti menjumpai Bapak/Ibu etnis Lio yang mengenakan Lawo dan Ragi.

Kain tenun etnis Lio memiliki berbagai macam jenis motif yang bisa kita temui, antara lain yaitu Motif ikat Semba (merangkul), Jara (Kuda) , Nggaja (Gajah), Nepa (Ular), Ngawu (Perhiasan), Wonga (Bunga), Ule Age (Burung), Garuda, Keli (Gunung), Manu (Ayam), dll. Sebagian besar sarung wanita atau bahasa daerahnya Lawo memiliki warna dasar motif merah tua dengan sedikit warna kuning kecoklatan, sementara untuk sarung laki-laki atau Ragi warna dasar motif hitam dengan olesan garis biru dongker.

Untuk mendapatkan kain tenun khas etnis Lio kita dapat menjumpai di daerah yang memproduksi kain tenun tersebut antara lain desa Pemo, Woloara, Tendawena, Nggela, Wolojita, Jopu, Ranggase dan Mbulilo'o.

Ayo telusuri bumi Twiwarna dengan menikmati atraksi wisata harmoni alam dan budaya.
"Alam dijaga _ Budaya dilestarikan"

Diposting oleh: Admin Web, 11 Sep 2019

Media Sosial


Statistik Pengunjung

  • Pengunjung Hari Ini: 28
  • Pengunjung Kemarin: 0
  • Total Pengunjung: 103812