Monitoring Tumbuhan Satwa Liar (TSL) di Jalur Trekking Ratebeke

Jalur trekking Ratebeke menjadi salah satu lokasi kegiatan Monitoring Tumbuhan Satwa Liar (TSL) yang dilaksanakan pada tanggal 7 s/d 22 Juli 2023. Jalur Ratebeke yang terbentang 8 km dari jalan Saga-Sokoria ke puncak Kelimutu, dahulu merupakan akses masyarakat Sokoria, Kurilimbu, Puutuga, Wolomasi dan sekitarnya untuk menuju Pasar Do, pasar tradisional tempat bertransaksi antara suku Lio dari utara dan suku Lio dari selatan.

 

Dari hasil pengamatan petugas TN Kelimutu yang melaksanakan Monitoring TSL ini, jalur trekking Ratebeke menampakkan kontrasnya ekosistem sub montana yang heterogen menuju ekosistem montana yang lebih homogen. Dari tegakan yang diisi jenis Merameke (Pittosporum moluccanum), Na (Bischofia javanica), Anawoso, Kastana, Singgi (Litsea resinosa), dan Mboa (Melastoma malabathricum) menuju tegakan yang didominasi oleh Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana) atau dalam bahasa lokal disebut Bu.

 

Kancilan Flores (Pachycephala nudigula nudigula) atau yang akrab disapa “burung arwah” pun ada di sini. Suaranya merdu, meskipun entah di mana wujudnya berada. Kemampuannya meniru bermacam suara menambah kesan mistis pada nama julukannya.

Media Sosial


Statistik Pengunjung

  • Pengunjung Hari Ini: 10
  • Pengunjung Kemarin: 39
  • Total Pengunjung: 70336